Senin, 23 Mei 2011

KRITERIA MANAGER PROYEK YANG BAIK

Nama : Rafika wiyanti P
Npm : 11107350
Kelas : 4KA09

" MATKUL - PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI "

Manager ialah seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology). tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Manajemen Proyek merupakan penerapan keahlian, ilmu pengetahuan dan ketrampilan, baik secara teknis dengan menggunakan resource terbatas untuk menggapai sasaran yang ditetapkan, supaya menhasilkan kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja yang optimal. Dalam manajemen proyek, perlunya pengelolaan yang terarah dan baik, karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek dapat tercapai. Yang wajib dikelola dalam lingkup manajemen proyek yaitu mutu, biaya, waktu, keselamatan kerja dan kesehatan, lingkungan, sumberdaya, resiko dan sistem informasi.

ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

Ø Karakter Pribadinya

Ø Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

Ø Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

A. Karakter Pribadinya

1. Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.

2. Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.

3. Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.

4. Asertif

5. Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

B. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

· Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.

· Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.

· Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.

· Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.

· Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.

· Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.

· Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.

· Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.

· Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.

· Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek


C. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

v Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.

v Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.

v Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.

v Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.

v Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.

v Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.

v Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.

v Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.

v Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.

v Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.

v Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.

v Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.

v Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.

v Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.

v Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.

v Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.

§ Jenis Manajemen Suatu Proyek

Jenis manajemen proyek dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya.

o Proyek konstruksi. Contohnya berupa gedung-gedung, pembangunan jembatan dan jalan raya.

o Manufacturing Industry Project. Berupa Kegiatan merancang proyek sehingga terbuatnya suatu hasil(produk).

o Proyek Pengembangan Produk Baru. Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.

o Proyek Infrastruktur. Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.

o Research and Development Project. Dapat kita sebut suatu penelitian dan pengembangan, hingga terjadinya sebuah hasil dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki suatu pelayanan, produk atau metode tertentu.

o Proyek Pelayanan Manajemen. Sangat berkaitan erat dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dan termasuk manajemen proyek itu sendiri.

o Capital intensive projects. Bentuk proyek dengan skala modal besar. Contohnya pembelian dan pengadaan suatu barang, pembebasan tanah dan pembangunan suatu fasilitas produksi.

Sumber-sumber :

§ http://bikinrumahmurah.wordpress.com/2010/12/23/kriteria-manajer-proyek-yang-baik-ini-tips-menentukannya/

§ http://belajarmanagement.wordpress.com

§ http://www.setiabudi.name/archives/990

§ http://inori-to-shigoto.blogspot.com


Senin, 18 April 2011

Cocomo (Constructive Cost Model) Dan Model Jenisnya.

Nama : Rafika wiyanti P
Npm : 11107350
Kelas : 4KA09

" MATKUL - PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI "

COCOMO atau kepanjangan dari Constructive Cost Model diperkenalkan atau didesain pertama kali oleh Barry Boehm pada tahun 1981, Cocomo merupakan algoritma model estimasi biaya perangkat lunak untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk perangkat lunak. Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, setelah itu merujuk pada COCOMO II.

COCOMO merupakan model terbuka sehingga semua detail dapat dipublikasi, termasuk :

  • Dasar persamaan perkiraan biaya
  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model
  • Setiap definisi
  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

COCOMO terdiri dari 3 bentuk atau jenis Hirarki, Yaitu :

v Model Basic COCOMO ( COCOMO dasar )

v Model COCOMO Intermediate ( COCOMO tigkat lanjut )

v Model COCOMO Advanced ( COCOMO detail )

Penjelasan dari masing-masing jenis COCOMO


  1. Model COCOMO dasar ( Basic COCOMO )

Tingkat pertama ini sangat baik digunakan untuk order awal dan estimasi kasar besarnya biaya perangkat lunak. Namun, akurasinya terbatas karena kurangnya faktor perhitungan perbedaan atribut proyek (cost drivers).

Model COCOMO dasar di tunjukkan dengan persamaan 1, 2, dan 3 seperti dibawah ini :



Keterangan :

v E : besarnya usaha (orang-bulan)

v D : lama waktu pengerjaan (bulan)

v KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)

v P : jumlah orang yang diperlukan.


Untuk koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel berikut:



Tabel koofisien COCOMO dasar


Model COCOMO dasar ditetapkan untuk tiga kelas proyek PL :

  1. mode organik – proyek PL yang sederhana dan relatif kecil di mana tim kecil dengan pengalaman aplikasi yang baik.
  2. mode semi-detached – proyek PL menengah 9dalam ukuran dan kompleksitas) di mana tim dengan pengalaman pada tingkat tingkat yang berbeda-beda harus memenuhi bauran yang kurang kuat dari syarat yang ketat (misalnya sistem pemrosesan transaksi dengan syarat tertentu untuk PK terminal dan PL database)
  3. mode embedded – proyek PL yang harus dikembangkan ke dalam serangkaian PK, Pl dan batasan operasional yang ketat (seperti PL kontrol penerbangan untuk pesawat udara).


2. Model COCOMO tingkat lanjut ( COCOMO Intermediate )

Tingkat kedua ini akan mengambil dan menghitung besarnya program dancost drivers (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), spt: hardware, personel, dan atribut-atribut proyek. Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak yang dijabarkan dalam kategori dan subkategori sebagai berikut ini :

1. Atribut Produk ( product attributes )

1. Reabilitas perangkat lunak yang diperlukan ( RELY )

2. Ukuran basis data aplikasi ( DATA )

3. Kompleksitas produk ( CPLX )

2. Atribut perangkat keras ( computer attributes )

1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan ( TIME )

2. Memori yang dipakai ( STOR )

3. Kecepatan mesin virtual ( VIRT )

4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah ( TURN )

3. Atribut sumber daya manusia ( personel attributes )

1. Kemampuan analisis ( ACAP )

2. Kemampuan ahli perangkat lunak ( PCAP )]

3. Pengalaman membuat aplikasi ( AEXP )

4. Pengalaman penggunaan mesin virtual ( VEXP )

5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman ( LEXP )

4. Atribut proyek ( project attributes )

1. Penggunaan sistem pemrograman modern ( MODP )

2. Penggunaan perangkat lunak ( TOOL )

3. Jadwal pengembangan yang diperlukan ( SCED )


Masing-masing subkategori diberi bobot seperti dalam tabel dibawah dan kemudian dikalikan.



Dari pengembangan ini diperoleh persamaan :



Keterangan

E : besarnya usaha (orang-bulan)

KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)

EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.



Tabel koofisien COCOMO lanjut

3. Model COCOMO Detail ( COCOMO Advanced )

Detil COCOMO menggabungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian dampak cost driver di setiap langkah (analisis, desain, dll) dari proses rekayasa perangkat lunak 1. model rinci kegunaan yang berbeda upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut tersebut Sensitif pengganda Tahap upaya masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap. Pada COCOMO detail, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO detail, perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi.

MODEL COCOMO II

COCOMO II diset sebagai siklus hidup software modern. Orgininal COCOMO model sudah sangat berhasil, tetapi tidak sesuai dengan praktek pengembangan software yang lebih baru sebagaimana dengan software tradisional. COCOMO II menargetkan proyek software pada tahun 1990an sampai 2000an dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

COCOMO II memiliki 3 model berbeda :


Ø The Application Composition Model

Sesuai untuk pembangunan proyek dengan tools GUI-builder yang modern. Berdasar pada Object Points baru.


Ø The Early Design Model

Anda bisa menggunakan model ini untuk mendapat estimasi kasar biaya dan durasi dari suatu proyek sebelum anda menentukan arsitektur keseluruhan proyek tersebut. Model ini menggunakan sekumpulan kecil cost driver baru dan persamaan estimasi baru. Berdasar pada Unadjusted Function Points atau KSLOC.


Ø The Post-Architecture Model

Ini adalah model COCOMO II yang paling detail. Anda akan menggunakannya setelah anda membentuk arsitektur proyek anda secara menyeluruh. Model ini memiliki cost driver baru, aturan penghitungan baris yang baru, dan persamaan baru.

Pada model COCOMO II, beberapa factor terpenting yang berkontribusi pada durasi proyek dan biaya yang dikeluarkan adalah Scale Drivers. Pemakai mengeset setiap Scale Drivers untuk mendeskripsikan Proyek mereka. Scale Drivers tersebut menentukan eksponen yang digunakan dalam Effort Equation. Terdapat 5 Scale Drivers yaitu :

· Precedentedness

· Development Flexibility

· Architecture / Risk Resolution

· Team Cohesion

· Process Maturity

COCOMO II memiliki 17 cost drivers. Cost driver tersebut adalah factor pengenal yang menentukan usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek software anda. Sebagai contoh, jika proyek anda akan mengembangkan software yang mengatur penerbangan pesawat, anda akan mengeset Required Software Reliability (RELY) cost driver menjadi sangat tinggi. Rating tersebut berhubungan dengan effort multiplier 1,26 yang berarti bahwa proyek anda akan membutuhkan usaha lebih sebesar 26% dibanding proyek software pada umumnya. COCOMO II mendefinisikan setiap cost drivers dan effort multiplier yang terhubung dengan setiap rating.

COCOMO II Early Design Effort Multipliers


COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers


Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.


Sumber-sumber :

- http://en.wikipedia.org/wiki/COCOMO#Detailed_COCOMO

- http://raveshader.blogspot.com/2011/04/constructive-cost-model-cocomo.html

- http://www.nuansahati.co.cc/2009/12/constructive-cost-model-cocomo.html

- http://www.cs.uwaterloo.ca/~apidduck/se362/Lectures/cocomo.pdf

- http://yayuk05.wordpress.com/2007/11/09/constructive-cost-model-cocomo/

- http://arizkaseptiani.wordpress.com/2011/04/13/cocomo-apa-sih/